MTsN 2 Pasuruan

Jl. Urip Sumoharjo Telp (0343) 631432

Madrasah Hebat Bermartabat

WAJAH BAHASA INDONESIA DALAM DUNIA MAYA

Kamis, 26 April 2018 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 148 Kali

“Kuasailah teknologi, maka dunia ada dalam genggamanmu”, seperti itulah keadaan bumi kita sekarang. Kita yang menguasai teknologi akan merasa lebih “hidup”. Pernyataan ini didasari dari perkembangan teknologi yang pesat, khususnya internet. Internet adalah jaringan komputer yang tiada batas yang menjadi penghubung pengguna komputer satu dengan pengguna komputer lainnya serta dapat berhubungan dengan komputer di sebuah wilayah ke wilayah di penjuru dunia, di mana di dalam jaringan tersebut mempunyai berbagai macam informasi serta fasilitas layanan internet browsing atau surfing.

 

Layanan yang disediakan oleh internet ada berbagai macam, seperti game online, media sosial, dan surat elektronik atau e-mail. Secara tidak langsung, layanan-layanan ini membentuk sebuah dunia lain, yang di dalamnya terdapat para pengguna internet yang saling berinteraksi satu sama lain. Dunia ini sering disebut sebagai dunia maya atau dumay.

 

Interaksi yang terjalin dalam dunia maya tentunya menggunakan bahasa yang digunakan pengguna internet sebagai bahasa sehari-hari, misalnya pengguna internet dari Indonesia akan menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dengan pengguna internet yang lain.

 

Bahasa Indonesia adalah bahasa yang berasal dari bahasa Melayu dan merupakan bahasa yang mudah dipakai dan terus diperbarui oleh para ahli, seperti yang diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantara dalam Kongres Bahasa Indonesia I pada 1939 di Solo, “Jang dinamakan 'Bahasa Indonesia' jaitoe bahasa Melajoe jang soenggoehpoen pokoknja berasal dari 'Melajoe Riaoe', akan tetapi jang soedah ditambah, dioebah ataoe dikoerangi menoeroet keperloean zaman dan alam baharoe, hingga bahasa itoe laloe moedah dipakai oleh rakjat di seloeroeh Indonesia; pembaharoean bahasa Melajoe hingga menjadi bahasa Indonesia itoe haroes dilakoekan oleh kaoem ahli jang beralam baharoe, ialah alam kebangsaan Indonesia". Atau seperti yang diungkapkan pada kongres Bahasai Indonesia II tahun 1954 di Medan, Sumatera Utara, "...bahwa asal bahasa Indonesia ialah bahasa Melaju. Dasar bahasa Indonesia ialah bahasa Melaju jang disesuaikan dengan pertumbuhannja dalam masjarakat Indonesia.”

 

Menurut Thutut Saputri, “Seiring dengan berkembangnya zaman, banyak ditemukan perkembangan bahasa yang menyimpang dalam dunia maya dari kaidah bahasa Indonesia, seperti munculnya bahasa gaul.” Ia juga berpendapat bahwa pengaruh arus globalisasi dalam identitas bangsa tercermin pada perilaku masyarakat yang mulai meninggalkan bahasa Indonesia dan terbiasa menggunakan bahasa gaul.

 

Syarif Yunus berpendapat bahwa bahasa dalam dunia maya yang semakin marak merupakan realitas akibat dinamika peradaban manusia. Bahasa gaul dalam dunia maya merupakan pola bahasa peralihan dari bahasa lisan ke bahasa tulisan. Tidak ada yang salah dalam bahasa dunia maya karena dinamika peradaban manusia, budaya, dan lingkungan  adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pola berbahasa seseorang.

 

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu bangsa Indonesia, yang terdiri atas berbagai suku dan etnis dengan latar belakang bahasa berbeda. Atas dasar inilah bahasa Indonesia merupakan bahasa yang harus kita gunakan sebagai bahasa sehari-hari, baik dalam dunia nyata maupun dalam dunia maya, bukannya bahasa gaul seperti di atas. Kita memang hidup di era globalisasi, tetapi kita tetap harus memiliki prinsip memilih yang sesuai dengan jiwa kita. Meski Mochtar Buchori (1995:140) mengatakan, “Era globalisasi adalah era yang mana merupakan proses yang mendorong umat manusia untuk beranjak dari cara hidup dengan wawasan nasional menuju ke arah cara hidup dengan wawasan global,” kita tidak bisa seenaknya mengubah cara berkomunikasi kita, yang menggunakan bahasa nasional menjadi bahasa gaul, yang notabene sudah menjadi bahasa umum di kalangan remaja.

 

Ada sebuah penelitian yang dilakukan dengan cara pengamatan untuk mengetahui ciri-ciri bahasa Indonesia dalam dunia maya, atau yang sering disebut dengan bahasa gaul. Berikut hasil penelitian tersebut:

 

1.   Adanya sisipan istilah atau kosa kata bahasa Inggris, seperti “hi” dan “go home you’re drunk”.

2.   Penyingkatan kata-kata, seperti kata “aku” yang disingkat menjadi “ak” atau “aq”, dan kamu menjadi “km” dan lain sebagainya

3.   Kalimat yang digunakan relatif lebih singkat dan cenderung tidak lengkap, seperti “skg dmn n krj ap”. Kalimat tersebut memiliki arti, “Sekarang kamu ada di mana? Kerja di bidang apa?”

 

Sebagai bahasa pemersatu, bahasa Indonesia sangat berperan penting dalam menjembatani hubungan antara pengguna yang satu dengan yang lain, khususnya ketika mereka berasal dari daerah yang berjauhan karena mereka tidak dapat menggunakan bahasa gaul untuk berkomunikasi. Dari peristiwa ini, dapat diketahui bahwa bahasa gaul tidak mencakup seluruh daerah Indonesia. Daerah tertentu memiliki bahasa gaulnya masing-masing.

 

Sebagai pengguna internet, kita tentunya menghindari adanya kesalahan dalam berkomunikasi. Maka dari kekurangan bahasa gaul itulah, kita sebaiknya menggunakan bahasa Indonesia setiap saat agar dapat berkomunikasi dengan baik antar pengguna internet.

 

Iswi Haniffah Cahyaningtyas mengatakan bahwa menjadikan bahasa asing lain, selain bahasa daerah, sebagai bahasa utama telah menunjukkan sikap belum nasionalis. Mengingat bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional seperti yang tercantum pada Undang-Undang Dasar 1945 pasal 36 yang berbunyi, “Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia”.

 

Pada praktiknya, para remaja menggunakan bahasa selain bahasa Indonesia, yaitu bahasa gaul dan bahasa-bahasa lain, seperti bahasa Inggris dan Jepang. Penggunaan bahasa asing ini menjadikan penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan masyarakat semakin terdesak, karena banyak masyarakat Indonesia kurang paham arti penting bahasa Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Padahal UNESCO telah menyatakan bahwa bahasa Indonesia merupakan salah satu dari bahasa internasional, tetapi bangsa pemiliknya justru lebih bangga menggunakan bahasa bangsa lain (Makagiansar, 1990:46).

 

Dampak dari penggunaan bahasa asing ini adalah sulitnya menerapkan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan kaidah yang berlaku. Hal ini tentunya memberikan kerugian besar, dalam dunia maya kita tidak bisa masuk ke dalam forum formal, sedangkan dalam dunia nyata kita kesulitan untuk berkomunikasi dengan baik dan benar. Kerugian dari tidak dapat berkomunikasi dengan  baik dan benar dapat dirasakan ketika pengguna bahasa asing dalam berinternet memasuki dunia kerja, yang mana bahasa yang digunakan adalah bahasa formal.

 

Seperti halnya dalam dunia nyata, penertiban penggunaan bahasa Indonesia dalam dunia maya sangatlah sulit, bahkan mustahil melihat ciri-ciri yang telah melekat pada penggunaan bahasa Indonesia dalam dunia maya. Kendala penertiban penggunaan bahasa Indonesia tidak hanya datang dari adanya bahasa gaul, tetapi juga adanya  bahasa Inggris, yang merupakan bahasa yang berbeda jauh dari bahasa sehari-hari kita. Namun, Collins (2008:102) memprediksi bahwa pengaruh bahasa Inggris belum begitu jelas di Asia Tenggara pada masa depan sehingga kita masih bisa bernapas lega sebelum adanya ancaman dari bahasa ini.

 

Thutut Saputri mengatakan bahwa untuk memperkokoh hakikat penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam dunia maya perlu adanya kesadaran diri untuk belajar mencintai bahasa nasionalnya dan belajar memakainya dengan kebanggaan dan kesetiaan. Selain itu yang perlu dilakukan adalah dengan mengurangi komunikasi menggunakan bahasa gaul bisa menjadi salah satu upaya ke arah yang lebih baik.

 

Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, seperti kemunculan bahasa gaul yang mendunia dapat menjadi pendorong dan penyemangat para penulis dalam web untuk membuat bahasa Indonesia menjadi bahasa yang mendunia juga. Tidak hanya dari pengguna internet saja, namun pemerintah juga harus aktif turut serta dalam penggalangan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang mendunia.

 

Hal yang besar dimulai dari hal-hal yang kecil. Peran serta pengguna internet, meski hanya satu dapat mengubah pola pikir dan penggunaan bahasa para pengguna lain dalam berkomunikasi melalui internet. Tidak ada hal yang perlu ditakutkan, kita sebagai salah satu pejuang untuk membuat bahasa Indonesia sebagai bahasa yang nasional dalam dunia maya seharusnya bangga karena kita memiliki jati diri dan kesamaan yang satu di mata negara lain.

 

Banyaknya ancaman untuk kehilangan penggunaan bahasa Indonesia dalam dunia maya menyebabkan perlunya tindakan untuk mencegah hal tersebut terjadi. Alangkah baiknya mulai dari sekarang kita membiasakan diri menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik dalam bahasa lisan maupun dalam bahasa tulisan. Kita sudah seharusnya bangga memiliki bahasa persatuan, bahasa yang dapat menyatukan dari Sabang sampai Merauke. Jangan menghancurkan bahasa persatuan yang telah dibuat dan diperjuangkan oleh para pejuang kemerdekaan dengan menggunakan bahasa gaul yang entah dari mana asal-usulnya dan tidak memiliki kualitas.

 

Kita sebagai penerus para pejuang kemerdekaan di era globalisasi ini memiliki amanat untuk meneruskan dan mewariskan bahasa persatuan ini ke anak cucu kita, jangan sampai anak cucu kita bertanya, “Bahasa Indonesia itu apa?” karena pengaruh bahasa gaul yang mendominasi. Perjuangan dapat kita mulai dari diri sendiri, kita harus memiliki pendirian agar tidak mudah digoyahkan oleh orang lain untuk beralih ke bahasa asing dan meninggalkan bahasa tercinta kita, bahasa Indonesia. Inilah impian kita, kita harus berusaha keras karena usaha keras takkan mengkhianati.

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Drs. MUHARI, M.Pd.I

KATA PENGANTAR   Assalamu’alaikum Wr.Wb. Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan…

Selengkapnya