MTsN 2 Pasuruan

Jl. Urip Sumoharjo Telp (0343) 631432

Madrasah Hebat Bermartabat

ISRA MI’RAJ DALAM PERSPEKTIF FISIKA MODERN

Kamis, 26 April 2018 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 180 Kali

Secara bahasa, Isra’ berasal dari kata “sara” yang berarti perjalanan di malam hari. Sedangkan secara istilah, Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW bersama Malikat Jibril dari Mekkah menuju Baitul Maqdis. Kata mi’raj sendiri, secara bahasa berarti naik ke atas. Menurut istilah mi’raj adalah naiknya Rasulullah dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha.

 

Isra Mi’raj terjadi pada 27 Rajab tahun ke-10 kenabian. Isra Mi’raj merupakan suatu peristiwa yang luar biasa. Bagaimana mungkin, seorang manusia menjelajahi langit hanya dengan waktu semalaman saja. Dan jika manusia itu mungkin melakukannya, yaitu dengan menggunakan kecepatan cahaya, badannya pun tidak akan bisa bertahan dan akan hancur berkeping keping. Pikiran seperti itulah yang mungkin ada di benak kita.

 

Bagi orang-orang yang tidak beriman, isra’ mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah cerita bohong, cerita tahayul, bahkan dalam perspektif mereka, isra’ mi’raj adalah kisah Nabi Muhammad SAW yang dipaksakan untuk diyakini. Karena bagi mereka, dari sisi manapun, tidak mungkin Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan ke langit hingga lapis ke tujuh hanya dalam waktu semalam saja. Apalagi jagat raya ini sangat luas. Untuk mencapai bulan saja perlu persiapan bertahun-tahun dan waktu berminggu-minggu untuk dapat mendarat pada permukaannya. Isra’ mi’raj adalah mustahil.

 

Tapi tahukah kalian? Dibalik itu semua, ada fakta-fakta menarik yang berhubungan dengan sains tentang peristiwa isra mi’raj ini. Fakta-fakta menarik ini membuktikan kebenaran peristiwa Isra Mi’raj yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW., sekaligus menjadi awal mula lahirnya fisika modern. Fakta-fakta tersebut adalah sebagai berikut :

 

  1. Isra Mi’raj di tempuh dengan menggunakan kecepatan cahaya.

Perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad bukan perjalanan biasa yang memerlukan waktu sangat lama untuk mencapai Baitul Maqdis, apalagi ke Sidrotul Muntaha. Perjalanan yang dilakukan bersama malaikat Jibril ini dilakukan dengan menggunakan kecepatan cahaya, yang mana kecepatan cahaya dapat menempuh jarak 300.000 km/s (300.000 km per detik) . Jadi sahabat Gita, sudah percaya kan kalau Isra Mi’raj itu benar adanya.

 

  1. Teori Worm Hole atau Lubang Cacing

Kita memang bisa menempuh jarak yang sangat jauh dengan waktu singkat menggunakan kecepatan cahaya. Akan tetapi, efek yang ditimbulkan adalah dilasi waktu atau melambatnya waktu. Artinya jika kita bergerak mendekati kecepata cahaya, semua orang akan melihat bahwa waktu kita berjalan lebih lambat dari pada mereka. Ketika mi’raj, Nabi SAW naik ke langit pertama hingga ke tujuh. Hal itu sangat tidak mungkin untuk dilakukan hanya semalaman meskipun dengan kecepatan cahaya. Karena untuk menempuh bintang terdekat saja, butuh waktu sekitar 428 tahun. Gampangannya, jika kita ke luar angkasa walaupun hanya beberapa hari, umur saudara kita di bumi telah bertambah beberapa tahun dari kita.

 

Berdasarkan teori mekanika kuantum, pada kondisi waktu nyata (waktu manusia), waktu hanya bisa berjalan maju dengan laju tetap, tidak bisa melompat ke masa lalu ataupun masa depan. Akan tetapi, menurut ilmuwan fisika yaitu Stephen Hawking, pada kondisi maya (waktu Tuhan), melalui Worm Hole, kita bisa menuju atau pergi kemanapaun, ke masa lalu ataupun masa depan. Peristiwa isra’ mi’raj ini memang merupakan bukti kekuasaan Allah yang membuat manusia tidak lepas berpikir bagaimana peristiwa ini dapat terjadi. Wallahua’lam..

 

  1. Teori Annihilasi adalah alasan tubuh Rasulullah tetap utuh.

Mungkin sahabat Gita ada yang bertanya “Kok bisa tubuh Rasulullah bisa tetap utuh, kan mustahil?”. Sebagaimana yang kita ketahui, sebelum Rasulullah melakukan Isra’ (Perjalan dari Mekkah menuju Baitul Maqdis) tubuh Rasulullah dibelah dan disucikan oleh malaikat Jibril dengan menggunakan air zam-zam. Peristiwa ini dianggap berperan dalam perjalan Rasulullah sehingga tubuh Rasulullah tetap utuh.

 

Lah kok bisa? Peristiwa ini berhubungan erat dengan Teori Annihilasi. Annihilasi adalah sebuah reaksi yang mana apabila sebuah partikel ditabrakkan dengan antipartikel padanannya, maka kedua partikel itu musnah dan sebagai gantinya timbul energi. Reaksi annihilasi yang sering terjadi adalah reaksi antara elektron dan foton. Setelah keduanya musnah maka timbullah 2 atau 3 foton sinar gama sebagai bentuk energi yang dihasilkan. Kebalikannya, energi juga dapat berubah menjadi materi. Reaksi perubahan energi menjadi materi ini disebut materialisasi. Ini sebabnya tubuh Nabi Muhammad baik-baik saja saat melakukan Isra Mi’raj.

 

  1. Isra

Seperti yang telah dijabarkan sebelumnya, makna isra’ secara bahasa adalah perjalanan di malam hari. Perjalan Isra’ dilakukan di malam hari karena jika dilakukan di siang hari akan sangat membahayakan tubuh Rasulullah. Badan nabi yang telah berubah menjadi badan cahaya karena reaksi annihilasi tadi bisa mengalami interferensi cahaya sinar matahari. Hal ini karena salah satu dari sifat gelombang adalah dapat diinterferensikan.

 

So, tidak herankan kalau Isra Mi’raj itu benar terjadi seperti apa yang dikatakan AL-Quran. Al-Quran memang selalu benar karena ia adalah firman Allah SWT. Dan Al-Qur’an juga merupakan sumber dari seluruh sumber ilmu pengetahuan yang ada di muka bumi. Al-Quran sudah tau sejak dulu akan relativitas  bahkan sebelum Albert Einstein menemukan teori relativitasnya. Inilah kehebatan Al-Quran, dunia selalu mengikuti Alqu’ran bukan Alqur’an yang mengikuti dunia.

 

Dikirim oleh: Ahmad Nur Badawi (8A)

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Drs. MUHARI, M.Pd.I

KATA PENGANTAR   Assalamu’alaikum Wr.Wb. Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan…

Selengkapnya