MTsN 2 Pasuruan

Jl. Urip Sumoharjo Telp (0343) 631432

Madrasah Hebat Bermartabat

OKTOBER SEBAGAI BULAN BAHASA, MENGAPA?

Kamis, 26 April 2018 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 181 Kali

Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki keragaman etnik dan budaya. Salah satu di antaranya adalah keragaman bahasa dan sastra. Keragaman bahasa dan sastra di Indonesia menjadi kekayaan yang tidak ternilai harganya. Peta Bahasa Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tahun 2008 telah mengidentifikasi 442 bahasa daerah di Indonesia.

Meskipun beragam bahasa daerah, bangsa Indonesia terhubung melalui bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan berlakunya konstitusi yang sesuai dengan Pasal 36 UUD 1945 menetapkan Bahasa Negara/Bahasa Nasional ialah Bahasa Indonesia. Pasal ini juga menjelaskan bahwa bahasa-bahasa daerah yang digunakan dan dipelihara oleh masyarakat pemakainya dipelihara dan dihormati juga oleh negara karena pada hakikatnya bahasa-bahasa daerah itu merupakan bagian dari kebudayaan Indonesia. 

Meskipun penggunaan bahasa Indonesia cenderung tergusur oleh pemakaian bahasa asing, bahasa Indonesia masih tetap memegang fungsinya sebagai sarana komunikasi yang menyatukan bangsa Indonesia. Banyak orang lebih bangga dengan kemampuan berbahasa asing daripada dengan bahasa Indonesia. Padahal, kita sebagai rakyat Indonesia harus lebih bangga terhadap bahasa kita sendiri, yakni bahasa Indonesia. Oleh karena itu, bahasa Indonesia sebagai identitas nasional harus dijaga oleh seluruh rakyat Indonesia. Kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra yang diselenggarakan setiap bulan Oktober adalah upaya Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB) untuk membina dan mengembangkan bahasa dan sastra Indonesia, serta bertekad memelihara semangat dan meningkatkan peran serta masyarakat luas dalam menjaga bahasa dan sastra itu.

Apa yang menyebabkan bulan Oktober ditetapkan sebagai bulan bahasa? Pasti Anda juga bisa menjawabnya. Ya, bulan Oktober ditetapkan sebagai bulan bahasa karena pada 28 Oktober 1928 para pendahulu bangsa kita mencetuskan Sumpah Pemuda yang salah satu isinya adalah Mengaku Berbahasa Satu Bahasa Indonesia, sebagai butir ketiganya. Belakangan, bulan Oktober tidak disebut sebagai bulan bahasa saja, tapi bulan bahasa dan sastra.

Dikalangan pemuda saat ini, banyak mengembangkan bahasa gaul sebagai alat komunikasi daripada berbahasa yang baik dan benar. Banyak pendapat menyatakan bahwa bahasa yang baik dan benar adalah hanya untuk situasi formal, padahal tidak demikian. Bahasa yang baik dan benar adalah alat komunikasi yang bisa digunakan untuk situasi formal maupun non formal. Memang tidak ada salahnya jika kita menggunakan bahasa gaul dalam berkomunikasi, tetapi sedikit demi sedikit bahasa gaul akan mendominasi dalam berbagai situasi. Jika hal ini terus menerus berlangsung, bahasa Indonesia yang baik dan benar akan hilang dan diganti bahasa gaul, yang notabene tidak semua orang mengetahui makna dari bahasa gaul tersebut. Dengan adanya bulan bahasa, kita diharapkan untuk berbahasa dengan baik dan benar. Tapi, jangan hanya pada bulan itu saja kita berbahasa dengan baik dan benar. Karena berbahasa adalah suatu kebiasaan. Semakin kita terbiasa menggunakan bahasa dengan baik dan benar, maka semakin menolong kita untuk meningkatkan bahasa yang kita gunakan. Orang asing sudah banyak yang mempelajari bahasa daerah dan bahasa Indonesia. Jangan sampai kita sebagai rakyat Indonesia kalah dengan mereka.

 

Sastranya Bagaimana?

Karena bulan Oktober juga tidak sekadar menjadi bulan bahasa, tapi juga sastra, kita pun sebaiknya perlu belajar untuk mengetahui bidang sastra. Masalahnya, untuk bidang ini pun kita masih ketinggalan dari negara-negara lainnya. Para siswa sekolahan perlu mengenal lebih banyak karya sastra, tidak hanya untuk melengkapi kegiatan belajar bidang studi bahasa dan sastra Indonesia saja, tetapi juga untuk menggali kekayaan moral dan intelektual yang dituangkan dalam setiap karya sastra.

Apa sajakah yang dimaksud dengan karya sastra ? Karya sastra meliputi : puisi, prosa, drama, cerpen, novel dll. Kita bisa menikmati karya sastra tersebut dari perpustakaan. Dengan membaca karya sastra, otak kita bisa rileks dan terhibur serta tidak akan terjerumus oleh drugs.

Nah, para pemuda, Ingatlah, Bahasa dan Sastra Indonesia itu merupakan harta kita, rakyat Indonesia. Jangan sampai diklaim oleh negara lain. Nggak lucu ‘kan?

Oleh: Fadiilah S.Pd

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Drs. MUHARI, M.Pd.I

KATA PENGANTAR   Assalamu’alaikum Wr.Wb. Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan…

Selengkapnya