MTsN 2 Pasuruan

Jl. Urip Sumoharjo Telp (0343) 631432

Madrasah Hebat Bermartabat

5 Fakta Tentang Alpukat yang Jarang Diketahui

Kamis, 26 April 2018 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 333 Kali

Alpukat adalah salah satu buah tropis yang kaya akan manfaat. Rasa buahnya yang creamy nan lembut membuat buah berdaging hijau kekuningan ini dapat diolah menjadi jus, toping sushi, campuran es buah, salad atau berbagai olahan makanan lainnya. Tak hanya itu, khasiat buah asal Mexico dan Amerika Tengah untuk menghaluskan dan menjaga kekenyalan kulit ini juga sudah tidak diragukan lagi. Oleh karena itu, tidak heran jika buah dengan nama ilmiah Persea americana ini biasa dijadikan bahan perawatan tubuh atau campuran produk kecantikan. Tahukah kamu buah dengan bentuk seperti pir ini, juga menyimpan beberapa fakta lain yang menarik diketahui? Berikut ini ulasannya.

 70 Persen Kandungan Nutrisi Alpukat Ada Pada Bijinya

Alpukat merupakan salah satu buah berbiji besar, sehingga sebagian nutrisi tidak hanya terkandung pada daging buahnya.  Sebuah studi menyatakan bahwa kandungan antioksidan, kalium, flavonoid dan serat biji alpukat lebih tinggi dibandingkan kandungan yang ada pada daging buahnya.  Olehkarena itu,  mengkonsumsi biji alpukat dipercaya dapat meningkatkan imunitas, mencegah kanker, menurunkan tekanan darah serta menyehatkan sistem pencernaan.

Biji alpukat dapat diolah dengan cara direbus langsung sebagai obat untuk mengatasi gangguan kesehatan seperti melawan kanker, menghilangkan stres, bahkan mencegah serangan epilepsi. Pertama kupas bagian coklat yang melingkupi biji, selanjutnya rebus selama 10 menit dengan air mendidih, setelah agak dingin air rebusan biji alpukat siap diminum. Selain direbus, biji alpukat dapat diolah menjadi tepung, caranya adalah dengan merebus biji selama 15 menit untuk menghilangkan rasa pahitnya, kemudian dipotong-potong dan dijemur hingga kering. Biji alpukat kering selanjutnya dihaluskan dan diayak sehingga menjadi tepung. Tepung biji alpukat ini dapat dijadikan campuran smoothy atau campuran tepung untuk membuat roti. Selain itu dengan menambahkan sedikit air hangat, tepung biji alpukat yang kaya akan nutrisi ini bisa digunkan untuk masker wajah atau rambut dan scrub. Masker rambut dengan biji buah alpukat bermanfaat untuk menghilangkan ketombe dan kandungan minyak alaminya menutrisi rambut serta membuatnya tampak berkilau.

 Kandungan Potasium Alpukat Dua Kali Lebih Tinggi daripada Pisang

Pisang adalah buah tinggi amilum yang terkenal dengan kandungan potasiumnnya yang tinggi sehingga sering dikonsumsi untuk mencukupi kebutuhan potasium harian pada tubuh. Kandungan potasium pisang dengan ukuran sedang sekitar 422 miligram sedangkan pada alpukat mencapai lebih dari dua kali lipatnya yaitu 975 miligram. Orang dewasa memiliki kebutuhan potasium 4700 miligram per hari, dengan demikian 21 % kebutuhan potassium harian dapat disuplai hanya dengan mengkonsumsi satu buah alpukat.

Potasium merupkan salah satu mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah cukup banyak. Potassium berfungsi sebagai pembentuk sel, menjaga kesehatan jantung, kesehatan otak, kesehatan ginjal, serta menjaga kestabilan jaringan otot. Selain itu potasium mempunyai efek menenangkan bagi tubuh sehingga mengkonsumsi makanan tinggi potasium seperti alpukat efektif menekan stress dan mengurangi resiko hipertensi.

 Alpukat Efektif Menjaga Kesehatan Mata

Alpukat merupakan salah satu buah dengan kandungan Lutein dan zeaxanthin cukup tinggi. Kedua zat tersebut adalah antioksidan alami yang berperan menangkal radikal bebas pada mata dan menjaga kualitas penglihatan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa tingginya kadar lutein dalam alpukat dapat menguragi risiko kelainan pada mata khususnya degenerasi makula dan katarak. Makula adalah daerah kecil berbentuk bulat, terletak di bagian belakang retina, pada bagian tengahnya terdapat sel-sel konus dan sel batang, yaitu sel yang berperan dalam menangkap cahaya dan presepsi warna. Lutein dan zeaxanthin bekerja dengan memblok  cahaya biru dari makula mencapai struktur yang mendasari dalam retina, sehingga mengurangi risiko kerusakan yang disebabkan cahaya oksidatif yang dapat menyebabkan degenerasi makula. Dengan demikian, mengkonsumsi alpukat secara rutin sejak dini bermanfaat untuk menjaga kualitas penglihatan jangka panjang.

 Buah Alpukat Bukan Buah yang Masak Pohon

Alpukat termasuk buah klimaterik, yaitu buah yang memiliki kadar amilum tinggi. Buah klimaterik mengalami proses pematangan unik karena terjadi peningkatan proses biologis yang mendadak setelah dipetik. Pada saat alpukat masih menempel di pohon, hasil fotosistesis disimpan banyak dalam bentuk amilum pada buah dan hormon etilen, yaitu homon yang membantu pematangan buah belum bekerja. Usai dipetik tidak ada lagi penyimpanan amilum pada buah dan proses biologis yang terjadi berubah menjadi pemecahan amilum akibat peningkatan kadar etilen dalam buah. Adanya etilen inilah yang memicu pematangan alpukat, sehingga saat dipanen alpukat masih keras atau belum matang meskipun sudah tua, dan baru bisa matang setelah diperam atau disimpan pada suhu ruang selama beberapa hari.

Daging Buah Alpukat  Sebagai  Pengganti Mentega

Tekstur daging buah alpukat yang creamy dan mengandung lemak nabati yang baik, membuat alpukat kerap menjadi pengganti mentega. Bahkan dulu para pelaut di Amerika menggunakan daging buah alpukat sebagai olesan roti yang tidak kalah nikmat dari mentega. Di negara asalnya, Mexico alpukat biasa dijadikan saus Guacamole dan dimakan bersama keripik tortilla, yang tentunya lebih sehat dibandingkan saus tomat atau mayones. Saus asal Mexico ini dapat dibuat dengan mencampur daging buah alpukat matang dengan bawang bombay cincang, tomat yang dipotong-potong, perasan jeruk lemon, daun ketumbar segar, cabai dan garam.

Daging alpukat juga bisa mengganti penggunaan mentega pada beberapa kue seperti kue muffin, brownies, kue coklat atau kue lainnya. Bagi yang ingin mencoba membuat makanan yang lebih sehat, kandungan lemak tak jenuh yang lebih baik untuk tubuh pada alpukat bisa menjadi alternatif pengganti lemak jenuh yang terkandung pada mentega. 

Oleh: Rini Herawati, S.Pd

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Drs. MUHARI, M.Pd.I

KATA PENGANTAR   Assalamu’alaikum Wr.Wb. Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan…

Selengkapnya